Kamis, 31 Oktober 2013

ONLY YOU part 2

   "Fit? Masa si Ary ke Summarecon bukan BSD Square deh! Emang gua ngomongnya Summarecon? Aduuh" Regi dan Fitri langsung keluar dari antrian KFC
   "Ih, kan tadi lo bilangnya BSD Square, Reg. Kok Ary malah kesana, itu jauh banget. Coba nih telfon Ary aja" Fitri langsung memberikan handphonenya ke Regi. tuuut tuuut tuuut....
   "Halooo? Kenape Reg?" Dengan logat Betawinya Ary menjawab santai
   "Ry, gue gak enak nih sama lo, gue kan bilangnya di BSD Square tadi perasaan. gimana dong?"
   "Yauds, slow aja Reg. gua udah otw kesana."
   "Tapi gue gak enak, Ry. Gimana dong?"
   "Ya mau gimana lagi Reg? Slow ajaa"
   "Yaudah, hati-hati lu."
   "Siap Reg!" Ary langsung mematikan telfonnya. Regi dan Fitri melanjutkan antriannya. Karna panik Regi dan Fitri hanya memesan burger, selera makannya sudah hilang. Regi benar-benar merasa bersalah pada Ary. Ini pertama kalinya Regi mengajak Ary jalan tapi langsung kacau. Summarecon dan BSD Square berjarak sangat jauh, apalagi kalau dari rumah Ary di Pamulang.

Tidak sampai 5 menit, Ary menelfon ke nomer Fitri, Regi langsung mengangkatnya
   "Kenapa Ry? Lo dimana?"
   "Gua di parkiran Reg."
   "Parkiran mana?"
   "BSD Square lah, mana lagi Reg?"
   "Hah? Yaudah...ke tengah aja, deket panggung yah..." Regi mematikan telfonnya dan kebingungan
   "Ary udah sampe masa..."
   "Ah serius, Reg? Gak mungkin, masa cepet banget."
   "Nggak tau gue juga, yaudah ke tengah yuk. Gua bilang ketemu disitu." Regi dan Fitri berjalan menuju bagian tengah BSD Square, tepat di depan panggung, acara Beatnite sudah di mulai. Regi dan Fitri memilih duduk di bagian belakang, karna di bagian depan sudah ramai. Tak lama kemudian datanglah Ary, berlima dengan pasukannya. Salah satu dari mereka adalah Bian, teman seangkatan Regi, Fitri dan Ary, tepatnya teman sekelas Fitri.
   "Reg, Fit.." Ary menyapa Regi dan Fitri dengan melakukan tos tangan, diikuti dengan Bian dan temannya yang lain sambil mengenalkan namanya masing-masing.
   "Gua cari aer dulu yak Reg, bentar kesono." Entah kemana arah Ary menunjuk, Regi langsung mengiyakannya, Ary dan pasukannya pun pergi mencari "aer". Beberapa saat kemudian Ary dan pasukannya datang, Ary langsung duduk di sebelah Regi, Bian mengikuti duduk di sebelah Ary. Bangku disitu sudah penuh, dengan santai Ary menyuruh pasukannya yang lain untuk duduk di depan
   "Noh lu pada duduk depan aja, sebelah panggung ada bangku panjang noh kosong hahahahaha.." Pasukannya pun langsung pergi kedepan.
   "Eh, lo boong ya sama gua? Lo bilang di Summarecon! Masa kesini gak nyampe lima menit? Dasar looo." Regi langsung memulai pembicaraan
   "Hahahaha emang bener. Parah banget lu, gua udah jauh-jauh kesana, gataunya lu disini. Hahahah"
   "Kampret lo sialan, langsung ngibulin gua gitu. Panik tau, sebel ah." Pertemuan malam itu berlangsung menyenangkan, Ary termasuk orang yang supel. Padahal itu adalah hari pertama mereka benar-benar ngobrol tapi Ary membuat suasana menyenangkan, rasa canggung pun hilang. Mereka membahas mulai dari Aldy dan Fitri, sekolah, sampai The Beatles. Mereka juga sempat me-request lagu The Beatles untuk dinyanyikan. Saat itu memang yang banyak bicara Ary dan Regi. Saat acara Beatnite sudah hampir selesai, Regi memimjam handphone Ary untuk mengirim lagu-lagu The Beatles
   "Lagu-lagu The Beatles gue ilang semua nih, gue cuma punya beberapa doang. Bagi yah Ry."
   "Iyak slow aja Reg, kirim ajee." Seperti biasa Ary menjawab dengan logat Betawinya yang santai
   "Ry, ini kok ada lagu Imagine - Ary Lennon? Lo yang nyanyiin?"
   "Iyeee hahaha kenapa Reg?"
   "Seriusan? Lo bisa nyanyi?"
   "Bisa laah, guaa. Hahaha kirim aja Reg. Lu dengerin di rumah."
   "Okeeey hahahaha" Regi sedikit lucu melihat tingkah Ary, biasanya orang yang ketahuan punya rekamannya menyanyikan lagu pasti melarang orang yang melihat untuk mendengarnya, tapi Ary dengan santai menyuruh Regi mendengarkannya di rumah.

Karna sudah larut malam, akhirnya Regi, Fitri, Ary dan pasukannya pulang ke rumah masing-masing. Sesampainya Regi di rumah, Regi langsung mendengarkan lagu yang berjudul Imagine - Ary Lennon.

   ".....Imagine there's no heaven, it's easy if you try.." Ok, suaranya bagus, sangat bagus, tapi.... Ini memang asli suara John Lennon, bukan Ary yang menyanyikannya, hanya judulnya saja di ubah. Dasar Ary, baru main sehari sudah menjahili Regi 2 kali. Regi lansung meminta nomer Ary ke Fitri melalui pesan BBM

Regina: oi bagi nomer Ary
Fitri: Emang buat apa Reg? Nih 085716432188
Regina: sialan dia ngerjain gua!!!
Fitri: Cieeee:p gue lagi bbman dong sama Aldy
Regina: apaan cie-_- elu noh cieee:p makasih ama gua kaleee
Fitri: Terimakati tahabat({}):*

Rupaya Fitri dan Aldy masih melanjutkan perbincangannya karna tadi, ditambah lagi sekarang Fitri menambahkan topik baru yaitu "Regi Minta Nomer Ary" ya, makin seru lah perbincangan mereka

Regina: dasar, katanya lu yang nyanyiin lagunya, ternyata John Lennon yang nyanyiin, kampret:p

Sayangnya pesan Regi pending. Mungkin Ary masih main dan handphonenya mati atau mungkin dia sudah tidur. Entah mengapa, Regi berulangkali melihat laporan pengiriman pesan ke Ary, berharap tertuliskan delivered, tapi laporan tidak berganti, masih tetap pending. Yasudah lah. Akhirnya Regi pun memutuskan untuk tidur karna sudah pukul 01:00 pagi sedangkan dia harus pergi ke gereja pukul 07:00 pagi ini.

Seusai gereja, Regi melihat ada tanda pesan masuk ke handphonenya, ternyata itu dari Ary

Ary: Hahahahhahahahaha lu liatin aja coba, di sekolah kita yang gerak geriknya kayak lennon siapa lagi kalo bukan gua?

Regi langsung tersenyum lebar membaca pesan dari Ary. Dengan cepat Regi membalas pesan Ary, begitupun Ary membalas pesan Regi. Regi merasakan ada sesuatu yang lain dengan perasaanya pada Ary. Mungkin Regi mulai menyukai Ary, tidak biasanya Regi menyukai seseorang dalam waktu yang sangat singkat seperti ini. Tapi memang Ary berbeda dengan yang lainnya, Ary adalah seorang yang asik, ramah dan supel. Walaupun baru saja kenal dekat, Ary bisa membuat Regi tidak canggung. Topik yang mereka bahas tidak habis-habis, tidak terasa mereka berbincang-bincang hingga malam datang menjelang dan mereka memutuskan untuk tidur dengan alasan besok UAS.

Keesokan harinya saat Regi sedang berkumpul dengan Fitri, Uti, Emma dan Vian di dekat kantin sekolah, Ary lewat dengan membawa aqua gelas yang ditusuk dengan 2 sedotan, entah untuk apa.
   "Reginaaa!" Ary langsung menyapa Regi
   "Aryyy.." Regi membalas sapaan Ary
   "Ohh, jadi gue gak disapa nih?" Fitri langsung membuang muka
   "Eeh, Fit hahahaha duluan yak!" Ary langsung pergi menuju kelasnya. Ary terlihat agak cuek. Tidak seperti di sms, tapi setidaknya Ary masih menyapa Regi.
   "Kayaknya lo suka ya ama Ary?" Tanya Fitri
   "Hahahaha enggak juga sih, biasa aja kok" Regi menyangkal pernyataan Fitri
   "Boong looo, ngaku aja kan. Nih lu smsan panjang gini dasar." Uti menunjukkan sms antara Regi dah Ary
   "Eh kampret lo maen baca-baca aja lu, Ti. hahahahhaha"
   "Ngaku aja sih, Reg. Suka kan lo sama Ary?" Emma ikut-ikutan meledek Regi
   "Eh, loooo. Tar kedengeran Ary dodol!"
   "Apa Reg? Kedengeran Ary?" Vian sengaja bicara dengan volume keras agar Ary dengar
   "Kampret ah lo padaaa! Gue gak suka, bukan gak sih. Mungkin belum sukaaa. Udah dong pleaseee!" Regi memohon mereka untuk diam, sayangnya semakin diminta untuk diam, semakin mereka berteriak. Ya maklum, biasanya Regi yang menjahili mereka, jadi sekalinya mereka dapat menjahili Regi, Regi akan dibuat semalu mungkin oleh mereka semua.

Saat pulang sekolah, Regi, Fitri dan Uti pergi ke suatu mall terdekat dari sekolah untuk makan. Tiba-tiba Regi mendapatkan pesan dari Ary

Ary: Reg dimana?
Regina: pamsq, lo?
Ary: Gua di warduk nih hahaha
Regina: warduk tuh dimana?
Ary: Di villa pamulang mas. Pamsq itu dimana?
Regina: oohh disitu. dodol gamungkin lu gatau pamsq hahahha
Ary: Hehehehhehe join lah sini

Seperti biasa, Regi dan Ary melanjutkan percakapan sampai malam. Tapi tiba-tiba Ary membalas sms Regi lumayan lama. Saat itu Regi masih bersama Fitri, handphone Regi ada di tangan Fitri.

Ary: Mbb reg, abis otw ke jakcloth gua hahahah
Regina: pihh, pulang pih

Rupanya Fitri membalaskan dendamnya, biasanya Regi yang membajak handphone Fitri, sekarang Fitri membalaskannya.

Ary: Iya mih, sebentar lagi pipih pulang kok

Berbeda dengan Aldy yang kebingungan kalau mendapat BBM dari Fitri tentang cinta, Ary lebih memilih untuk meresponnya. Melihat itu Regi senang, karna Fitri gagal menjahilinya. Bahkan Regi meneruskan percakapannya dengan Ary

Regina: cepet pih, mimih kangen pipih.
Ary: Iya mih sabar, pipih masih lembur nih. Mimih jagain anak kita si Sean
Regina: mau lembur sampe kapan? iya si Sean nangis mulu, jangan lupa beliin susu yah pih
Ary: Sampe bangkrut mih. Kasih aja susu kambing kita yang dibelakang
Regina: LOL kampret lo pipih sialan. masa nyusu ama kambing, mentang-mentang pipih nyusunya waktu kecil sama kambing
Ary: Engga, mih. Pipih dulu nyusunya sama macan kok
Regina: trio macan maksudnya?

Minggu, 25 Agustus 2013

ONLY YOU

Di suatu pagi yang cerah, sedang berlangsung acara MOS di salah satu SMA Negri yang terletak di Tangerang Selatan. Pagi itu sangat ramai dan penuh dengan para calon siswa sekolah tersebut. Hari ini sudah memasuki hari ke-2 acara MOS berlangsung. Terlihat beberapa siswa yang telat, para pengurus OSIS pun memerintahkan mereka untuk membuat barisan baru, terpisah dengan barisan peserta MOS lainnya. Cukup banyak yang berada di barisan peserta terlambat itu, salah satunya Regi. Regi memang punya kebiasaan buruk dari SD yaitu bangun kesiangan. Regi tidak pernah kapok mendapat hukuman dari pihak sekolah, bahkan Regi hampir saja dikenakan hukuman skorsing karna datang terlambat 4 hari berturut-turut saat duduk di bangku SMP. Tetapi karnah orang tua Regi membuat perjanjian di sekolah, maka Regi tidak jadi dapat hukuman itu, melainkan membersihkan dan merapihkan perpustakaan setiap kali Regi telat.

Pagi itu Regi terlihat tidak seperti biasanya, bisa dibilang Regi adalah cewek yang aktif dan ceria. badannya yang kecil dan lesu berdiri dibawah teriknya matahari pagi. Regi belum sarapan saat itu, memang dia tidak pernah sarapan dengan alasan "takut sakit perut di sekolah". Acara MOS pun di mulai, para pengurus OSIS mulai memberi aba-aba apa yang harus di lakukan para peserta pada saat itu

   "Semuanya lihat ke depan! Nggak ada yang ngobrol!" Seorang cewe bertubuh kecil berteriak menggunakan toa.
   "Oke, sekarang yang punya penyakit asma atau yang lainnya, keluar dari barisan, kalian duduk aja di samping situ." Beberapa peserta MOS memisahkan diri dari barisan
   "Kak? kalo yang nggak enak badan gimana?" Tanya Regi ke salah seorang pengurus OSIS yang berada di dekat barisannya
   "Kamu nggak enak badan? Ah, ayo dong semangat jangan lesu gituuu." Karna mendengar respon seperti itu, Regi hanya bisa tersenyum
   "Ayooo, sekarang kita mau olahraga pagi dulu, buat ngecek denyut nadi kita ya. Ikutin perintah kaka yaa..." Satu persatu gerakan di praktekan, dan para peserta MOS mengikutinya
   "Ehh, ehhh..." Tiba-tiba Regi berhenti sambil menekan dadanya dan memegang pundak seseorang di depannya, entah siapa, Regi tidak mengenalinya
   "Lo kenapaa? Eehhh?!" bruukk tiba-tiba Regi terjatuh, tidak sampai pingsan, hanya sempat kehilangan tenaga dan penglihatannya gelap tapi hanya sekejap. Beberapa siswa di sekitarnya berusaha membangunkan Regi, salah satunya seorang cowo yang bertubuh agak gendut, matanya sipit dan rambutnya botak. Dia berniat untuk mengangkat Regi, tetapi belum sempat mengangkat Regi, 2 orang pengurus OSIS mendatangi Regi lalu mengangkatnya, yang satu mengangkat bagian kepala Regi dan yang satunya bagian kaki Regi lalu membawanya menuju ke ruang UKS. Entah terburu-buru atau panik melihat Regi menangis, kedua orang tersebut membawa Regi naik ke ruang atas melalui tangga tetapi dengan posisi kaki di atas dan kepala di bawah. Di tangga cukup ramai oleh siswa kelas 11 dan 12 sehingga proses untuk naik keatas pun lumayan lama. Hal itu membuat kepala Regi menjadi pusing, tetapi Regi tidak dapat berbicara. Sesampainya di UKS, Regi diminta untuk memberikan nomer orang tuanya agar dapat dihubungi untuk menjemputnya di sekolah. Tak lama kemudian orang tua Regi menjemputnya di sekolah. Akhirnya Regi memutuskan untuk tidak mengikuti kegiatan MOS lagi.

Sekarang Regi duduk di kelas 11. Regi mempunyai 4 sahabat dengan berbagai macam karakter, yaitu Fitri, Uti, Emma dan Vian. Yang pertama Fitri, cewe cantik berwajah bule, putih dan tinggi. Kalau soal fisik, Fitri termasuk kategori diatas rata-rata, sayangnya Fitri agak lemot, walaupun begitu, Fitri termasuk anak yang pintar. Yang kedua Uti, badannya tidak terlalu tinggi sama seperti Regi, agak gemuk dan berambut panjang. Uti sangat cuek dalam pelajaran, sering sekali dia dimarahi guru karna tidak memperhatikan guru tersebut, entah karna ngobrol, main hp, sampai foto-foto sendiri. Yang ketiga Emma, tinggi dan badannya berisi. Emma juga termasuk anak yang pintar, dia galak dan moddy-an. Yang terakhir Vian, bisa dibilang dia itu hitam manis. Vian adalah cewe tomboy yang jago taekwondo, dia juga pintar. Regi, Fitri, Uti dan Emma sudah berteman semenjak kelas 10, mereka berada di kelas yang sama yaitu 10.9, dan mereka sekarang sama-sama memilih jurusan IPS dengan kelas yang berbeda-beda. Fitri dan Emma masuk ke IPS 3 yaitu kelas unggulan, Uti masuk ke IPS 2, dam Regi IPS 5. Mereka baru mengenal Vian saat kelas 11 ini karna Vian menjadi salah satu classmate Regi di IPS 5.

Pada bulan Desember, semua sekolah serentak melaksanakan Ujian Akhir Semester atau yang biasa di sebut UAS dan dimulai pada hari Kamis. Hari ini sudah memasuki hari ke-3, hari terakhir di Minggu ini yaitu hari Sabtu. UAS akan di lanjutkan lagi hari Senin, salah satu pelajaran yang akan diujikam adalah Matematika. Fitri meminta Regi untuk mengajarkannya Matematika, dalam hal hitung menghitung, Regi memang jagonya. Akhirnya Fitri ikut Regi pulang ke rumahnya, rumah Regi cukup jauh dari sekolah, apalagi dari rumah Fitri.

Setelah selesai membahas semua soal Matematika yang telah diberikan guru sebagai kisi-kisi UAS, Regi dan Fitri akhirnya beristirahat. Seperti biasanya, Regi dan Fitri saling berbagi cerita, kebetulan pada saat itu topik yang sedang hits diantara mereka yaitu "Aldy". Aldy itu mantannya Fitri, mereka pacaran hanya seminggu, entah kenapa Fitri galaunya berbulan-bulan, mungkin sudah memasuki bulan ke-3. Karna Fitri selalu bilang kangen ngobrol dengan Aldy, seringkali Regi iseng menjahili Fitri. Regi membajak BBM Fitri dan mengatakan pada Aldy bahwa Fitri rindu pada Aldy, dengan kata-kata yang puitis sampai membuat Aldy bingung, tapi lama kelamaan Aldy tau bahwa itu adalah ulah Regi.
   "Reg, kangen Aldy dah gueee." Ujar Fitri sambil mengguncang bahu Regu
   "Yaelah, masih aje lu. Sini bb lu pinjem hahahahah"
   "Ih, jangan ah, ujung-ujungnya bbmannya gantung karna tau itu lu ngebajak doang. Ahh.."
   "Iyasih ya, takutnya dia juga lama-lama nganggepnya annoying gitu sih."
   "Yaah, gimana dong ini? Kangeen, Reg" Tiba-tiba Fitri memeluk Regi
   "Udah ah sini bb lo!" Regi merebut handphone Fitri dari tangannya. Dengan cepat Regi mengetik nama Aldy lalu mengirimkan pesan BBM

Fitri: Aldyyy
Aldy: Iya fit? Kenapa?

   "Regiiiiiiiiiiiii!! Lo jahat banget kaan! Ih gue bales apaan iniii? Regi sumpah ya lo tuh.... Iiih!" Fitri histeris sambil memukul-mukul badan Regi
   "Yaudaah, diemin aja apa Fit, lebay looo hahahhaah" Regi menjawab dengan nada santai
   "Bodo ah, gue ngambek pokoknya"
   "Ngambek mulu, gak laper lu? Gua laper dah, Fit."
   "Laper sih, mau makan dimana Reg?"
   "BSD Square aja kali ya? Sekalian ini kan malem Minggu, ada Beatnite yang bawain lagu-lagu The Beatles." Regi memang sangat menyukai band asal Inggris itu sejak kecil, mungkin pembawaan dari orang tuanya
   "Yaudah deh, sekalian nanti gue minta jemput bokap gue disitu aja kali ya? Biar gampang, kayaknya bokap gue udah lupa rumah lo." Fitri dan Regi bersiap-siap untuk pergi ke BSD Square, salah satu tempat makanan di daerah BSD, dekat dengan rumah Regi. Tiba-tiba Fitri mendapatkan pesan BBM dari Aldy

Aldy: Fit? Td kenapa?

Seketika itu juga Fitri panik, Regi tiba-tiba ingat bahwa Aldy punya teman bernama Ary yang juga suka The Beatles, sama seperti Regi.
   "Fit? Lo tau gak temennya Aldy yang namanya Ary? Yang dulu suka mention gua ngajakin ke acara The Beatles itu loh. Gimana kalo lo pura-pura minta nomer Ary ke Aldy?"
   "Hah? Buat apaan?" Fitri kebingungan
   "Ah lemot lu, ya bilang aja mau ngajakin Ary ke Beatnite."
   "Kan Aldy tau gue gak suka The Beatles, masa gue tiba-tiba ngajakin Ary nonton Beatnite?"
   "Ya tinggal bilang Regi yang minta susah amat sih Fitriku sayang..." Regi langsung mengambil handphone Fitri

Fitri: maaf baru bales, Dy. gue mau minta nomernya Ary nih
Aldy: Ary IPA 2?
Fitri: iya, Dy. ada kan?
Aldy: Ada kok ada. Nih nomernya 085716432188. Emang buat apa? Cieee
Fitri: Regi nih nanyain, katanya mau ngajakin Beatnite
Aldy: Wah iya? Hahahaha yaudah ajakin aja, ary kan suka bgt beatles tuh. Kapan tuh

   "Hmm, berhasil kan gue? Nih lanjutin, seneng kan looo?" Regi langsung memberikan handphone Fitri. Fitri langsung mengambilnya lalu membalasnya dengan cepat, Fitri terlihat sangat senang sampai menahan senyumnya yang lebar
   "Fit, coba gua mau sms si Ary itu dong. Mau gua ajakin beneran."
   "Emang lu udah kenal sebelumnya?"
   "Kenal sih, tapi gak deket. Dulu kan dia suka ajakin gue ke acara Beatles." Regi langsung mengirim pesan melalui sms ke nomer Ary

Regina: ini Ary yah?
Ary: Yoo! Siapa nih?
Regina: ini Regiii, Beatnite yuk? gue mau ke BSD Square nih nonton Beatnite, kan deket dari rumah gue nih.
Ary: Okeee. Gua liat pasukan dulu
Regina: gua tunggu di BSD Square
Ary: Seepp.
Ary: Reg, otw
Ary: Reg dimana?
Regina: KFC nih, lo dimana?
Ary: KFC mana? Gua di parkiran
Regina: KFC BSD Square lah. sini
Ary: Lah? Bukannya summarecon?
Regina: hah? lo di Summarecon?! kejauhan banget Ary!
Ary: Tadi lu bilang summarecon, yauds otw bsd square