"Fit? Masa si Ary ke Summarecon bukan BSD Square deh! Emang gua ngomongnya Summarecon? Aduuh" Regi dan Fitri langsung keluar dari antrian KFC
"Ih, kan tadi lo bilangnya BSD Square, Reg. Kok Ary malah kesana, itu jauh banget. Coba nih telfon Ary aja" Fitri langsung memberikan handphonenya ke Regi. tuuut tuuut tuuut....
"Halooo? Kenape Reg?" Dengan logat Betawinya Ary menjawab santai
"Ry, gue gak enak nih sama lo, gue kan bilangnya di BSD Square tadi perasaan. gimana dong?"
"Yauds, slow aja Reg. gua udah otw kesana."
"Tapi gue gak enak, Ry. Gimana dong?"
"Ya mau gimana lagi Reg? Slow ajaa"
"Yaudah, hati-hati lu."
"Siap Reg!" Ary langsung mematikan telfonnya. Regi dan Fitri melanjutkan antriannya. Karna panik Regi dan Fitri hanya memesan burger, selera makannya sudah hilang. Regi benar-benar merasa bersalah pada Ary. Ini pertama kalinya Regi mengajak Ary jalan tapi langsung kacau. Summarecon dan BSD Square berjarak sangat jauh, apalagi kalau dari rumah Ary di Pamulang.
Tidak sampai 5 menit, Ary menelfon ke nomer Fitri, Regi langsung mengangkatnya
"Kenapa Ry? Lo dimana?"
"Gua di parkiran Reg."
"Parkiran mana?"
"BSD Square lah, mana lagi Reg?"
"Hah? Yaudah...ke tengah aja, deket panggung yah..." Regi mematikan telfonnya dan kebingungan
"Ary udah sampe masa..."
"Ah serius, Reg? Gak mungkin, masa cepet banget."
"Nggak tau gue juga, yaudah ke tengah yuk. Gua bilang ketemu disitu." Regi dan Fitri berjalan menuju bagian tengah BSD Square, tepat di depan panggung, acara Beatnite sudah di mulai. Regi dan Fitri memilih duduk di bagian belakang, karna di bagian depan sudah ramai. Tak lama kemudian datanglah Ary, berlima dengan pasukannya. Salah satu dari mereka adalah Bian, teman seangkatan Regi, Fitri dan Ary, tepatnya teman sekelas Fitri.
"Reg, Fit.." Ary menyapa Regi dan Fitri dengan melakukan tos tangan, diikuti dengan Bian dan temannya yang lain sambil mengenalkan namanya masing-masing.
"Gua cari aer dulu yak Reg, bentar kesono." Entah kemana arah Ary menunjuk, Regi langsung mengiyakannya, Ary dan pasukannya pun pergi mencari "aer". Beberapa saat kemudian Ary dan pasukannya datang, Ary langsung duduk di sebelah Regi, Bian mengikuti duduk di sebelah Ary. Bangku disitu sudah penuh, dengan santai Ary menyuruh pasukannya yang lain untuk duduk di depan
"Noh lu pada duduk depan aja, sebelah panggung ada bangku panjang noh kosong hahahahaha.." Pasukannya pun langsung pergi kedepan.
"Eh, lo boong ya sama gua? Lo bilang di Summarecon! Masa kesini gak nyampe lima menit? Dasar looo." Regi langsung memulai pembicaraan
"Hahahaha emang bener. Parah banget lu, gua udah jauh-jauh kesana, gataunya lu disini. Hahahah"
"Kampret lo sialan, langsung ngibulin gua gitu. Panik tau, sebel ah." Pertemuan malam itu berlangsung menyenangkan, Ary termasuk orang yang supel. Padahal itu adalah hari pertama mereka benar-benar ngobrol tapi Ary membuat suasana menyenangkan, rasa canggung pun hilang. Mereka membahas mulai dari Aldy dan Fitri, sekolah, sampai The Beatles. Mereka juga sempat me-request lagu The Beatles untuk dinyanyikan. Saat itu memang yang banyak bicara Ary dan Regi. Saat acara Beatnite sudah hampir selesai, Regi memimjam handphone Ary untuk mengirim lagu-lagu The Beatles
"Lagu-lagu The Beatles gue ilang semua nih, gue cuma punya beberapa doang. Bagi yah Ry."
"Iyak slow aja Reg, kirim ajee." Seperti biasa Ary menjawab dengan logat Betawinya yang santai
"Ry, ini kok ada lagu Imagine - Ary Lennon? Lo yang nyanyiin?"
"Iyeee hahaha kenapa Reg?"
"Seriusan? Lo bisa nyanyi?"
"Bisa laah, guaa. Hahaha kirim aja Reg. Lu dengerin di rumah."
"Okeeey hahahaha" Regi sedikit lucu melihat tingkah Ary, biasanya orang yang ketahuan punya rekamannya menyanyikan lagu pasti melarang orang yang melihat untuk mendengarnya, tapi Ary dengan santai menyuruh Regi mendengarkannya di rumah.
Karna sudah larut malam, akhirnya Regi, Fitri, Ary dan pasukannya pulang ke rumah masing-masing. Sesampainya Regi di rumah, Regi langsung mendengarkan lagu yang berjudul Imagine - Ary Lennon.
".....Imagine there's no heaven, it's easy if you try.." Ok, suaranya bagus, sangat bagus, tapi.... Ini memang asli suara John Lennon, bukan Ary yang menyanyikannya, hanya judulnya saja di ubah. Dasar Ary, baru main sehari sudah menjahili Regi 2 kali. Regi lansung meminta nomer Ary ke Fitri melalui pesan BBM
Regina: oi bagi nomer Ary
Fitri: Emang buat apa Reg? Nih 085716432188
Regina: sialan dia ngerjain gua!!!
Fitri: Cieeee:p gue lagi bbman dong sama Aldy
Regina: apaan cie-_- elu noh cieee:p makasih ama gua kaleee
Fitri: Terimakati tahabat({}):*
Rupaya Fitri dan Aldy masih melanjutkan perbincangannya karna tadi, ditambah lagi sekarang Fitri menambahkan topik baru yaitu "Regi Minta Nomer Ary" ya, makin seru lah perbincangan mereka
Regina: dasar, katanya lu yang nyanyiin lagunya, ternyata John Lennon yang nyanyiin, kampret:p
Sayangnya pesan Regi pending. Mungkin Ary masih main dan handphonenya mati atau mungkin dia sudah tidur. Entah mengapa, Regi berulangkali melihat laporan pengiriman pesan ke Ary, berharap tertuliskan delivered, tapi laporan tidak berganti, masih tetap pending. Yasudah lah. Akhirnya Regi pun memutuskan untuk tidur karna sudah pukul 01:00 pagi sedangkan dia harus pergi ke gereja pukul 07:00 pagi ini.
Seusai gereja, Regi melihat ada tanda pesan masuk ke handphonenya, ternyata itu dari Ary
Ary: Hahahahhahahahaha lu liatin aja coba, di sekolah kita yang gerak geriknya kayak lennon siapa lagi kalo bukan gua?
Regi langsung tersenyum lebar membaca pesan dari Ary. Dengan cepat Regi membalas pesan Ary, begitupun Ary membalas pesan Regi. Regi merasakan ada sesuatu yang lain dengan perasaanya pada Ary. Mungkin Regi mulai menyukai Ary, tidak biasanya Regi menyukai seseorang dalam waktu yang sangat singkat seperti ini. Tapi memang Ary berbeda dengan yang lainnya, Ary adalah seorang yang asik, ramah dan supel. Walaupun baru saja kenal dekat, Ary bisa membuat Regi tidak canggung. Topik yang mereka bahas tidak habis-habis, tidak terasa mereka berbincang-bincang hingga malam datang menjelang dan mereka memutuskan untuk tidur dengan alasan besok UAS.
Keesokan harinya saat Regi sedang berkumpul dengan Fitri, Uti, Emma dan Vian di dekat kantin sekolah, Ary lewat dengan membawa aqua gelas yang ditusuk dengan 2 sedotan, entah untuk apa.
"Reginaaa!" Ary langsung menyapa Regi
"Aryyy.." Regi membalas sapaan Ary
"Ohh, jadi gue gak disapa nih?" Fitri langsung membuang muka
"Eeh, Fit hahahaha duluan yak!" Ary langsung pergi menuju kelasnya. Ary terlihat agak cuek. Tidak seperti di sms, tapi setidaknya Ary masih menyapa Regi.
"Kayaknya lo suka ya ama Ary?" Tanya Fitri
"Hahahaha enggak juga sih, biasa aja kok" Regi menyangkal pernyataan Fitri
"Boong looo, ngaku aja kan. Nih lu smsan panjang gini dasar." Uti menunjukkan sms antara Regi dah Ary
"Eh kampret lo maen baca-baca aja lu, Ti. hahahahhaha"
"Ngaku aja sih, Reg. Suka kan lo sama Ary?" Emma ikut-ikutan meledek Regi
"Eh, loooo. Tar kedengeran Ary dodol!"
"Apa Reg? Kedengeran Ary?" Vian sengaja bicara dengan volume keras agar Ary dengar
"Kampret ah lo padaaa! Gue gak suka, bukan gak sih. Mungkin belum sukaaa. Udah dong pleaseee!" Regi memohon mereka untuk diam, sayangnya semakin diminta untuk diam, semakin mereka berteriak. Ya maklum, biasanya Regi yang menjahili mereka, jadi sekalinya mereka dapat menjahili Regi, Regi akan dibuat semalu mungkin oleh mereka semua.
Saat pulang sekolah, Regi, Fitri dan Uti pergi ke suatu mall terdekat dari sekolah untuk makan. Tiba-tiba Regi mendapatkan pesan dari Ary
Ary: Reg dimana?
Regina: pamsq, lo?
Ary: Gua di warduk nih hahaha
Regina: warduk tuh dimana?
Ary: Di villa pamulang mas. Pamsq itu dimana?
Regina: oohh disitu. dodol gamungkin lu gatau pamsq hahahha
Ary: Hehehehhehe join lah sini
Seperti biasa, Regi dan Ary melanjutkan percakapan sampai malam. Tapi tiba-tiba Ary membalas sms Regi lumayan lama. Saat itu Regi masih bersama Fitri, handphone Regi ada di tangan Fitri.
Ary: Mbb reg, abis otw ke jakcloth gua hahahah
Regina: pihh, pulang pih
Rupanya Fitri membalaskan dendamnya, biasanya Regi yang membajak handphone Fitri, sekarang Fitri membalaskannya.
Ary: Iya mih, sebentar lagi pipih pulang kok
Berbeda dengan Aldy yang kebingungan kalau mendapat BBM dari Fitri tentang cinta, Ary lebih memilih untuk meresponnya. Melihat itu Regi senang, karna Fitri gagal menjahilinya. Bahkan Regi meneruskan percakapannya dengan Ary
Regina: cepet pih, mimih kangen pipih.
Ary: Iya mih sabar, pipih masih lembur nih. Mimih jagain anak kita si Sean
Regina: mau lembur sampe kapan? iya si Sean nangis mulu, jangan lupa beliin susu yah pih
Ary: Sampe bangkrut mih. Kasih aja susu kambing kita yang dibelakang
Regina: LOL kampret lo pipih sialan. masa nyusu ama kambing, mentang-mentang pipih nyusunya waktu kecil sama kambing
Ary: Engga, mih. Pipih dulu nyusunya sama macan kok
Regina: trio macan maksudnya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar